Pemerintah Kota Sukabumi terus melakukan langkah proaktif untuk memajukan perekonomian daerah. Salah satu langkah yang telah diambil adalah menjalin kerja sama strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat dalam penguatan ekosistem perekonomian dan perluasan akses keuangan daerah.

fokuseditor SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam pertemuan dengan Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, pada 3 Maret lalu di Kantor OJK Jalan Dago Bandung, mengungkapkan tekadnya untuk mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi kota yang saat ini berada di angka 5,32 persen, agar bisa mencapai 8 persen.

Tapi untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat satu tantangan utama yang harus dipecahkan yakni ketimpangan antara tingginya Dana Pihak Ketiga (DPK) di Kota Sukabumi yang mencapai lebih dari Rp10 triliun, dengan rendahnya realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat ini, penyaluran KUR di Kota Sukabumi masih berada di peringkat 25 di Jawa Barat.

“Potensi dana kita sangat besar, tetapi penyalurannya masih rendah. Ini yang ingin kita dorong bersama OJK agar kredit tumbuh dan roda ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat,” tegas Ayep Zaki.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, saat ini Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat komunikasi terkait inovasi pembiayaan melalui program dana kebajikan, pengelolaan wakaf produktif, serta skema Qordhul Hasan.

Kepala OJK Jawa Barat menilai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi sudah tepat, bahkan ia menilai program –  program yang dipaparkan wali kota sudah tepat sasaran, karena menginkubasi pelaku usaha di tingkat masyarakat bawah, sekaligus memberikan jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan, sebelum akhirnya mereka siap untuk mengakses skema pembiayaan super mikro dari perbankan.

Lebih lanjut, OJK melihat potensi ekonomi yang sangat besar dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Sukabumi. Dari total lebih dari 55.000 UMKM yang ada, baru sekitar 23.000 yang telah tersentuh pembiayaan perbankan.

“Ini menunjukkan ruang yang masih sangat besar bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan. Kita akan dorong peran perbankan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk membangun ekosistem pembiayaan yang lebih kuat dan terintegrasi,” ujar Darwisman.

Sinergi ini juga akan diarahkan untuk mendukung pembiayaan komoditas unggulan daerah. Terdapat sejumlah potensi di Kota Sukabumi yang siap dikembangkan melalui skema pembiayaan terintegrasi, di antaranya program peternakan domba dan kambing yang didorong melalui program kurban ASN, potensi susu sapi perah yang terhubung dengan koperasi nasional, hingga komoditas budidaya telur dan pisang. (***)

Sumber : Dis Kominfo Kota Sukabumi

Editor : Admin

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *