
fokuseditor SUKABUMI – Ketua TP – PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, menegaskan bahwa kader PKK dan Posyandu berada di garda terdepan dalam penanggulangan stunting. Para kader memiliki peran sebagai pelopor maupun pelapor dalam pencegahan serta penanggulangan stunting. Hal ini disampaikannya ketika membuka kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) Peran PKK dan Posyandu dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kelurahan Baros, yang diadakan pada 24 Agustus 2026.
Pada kesempatan ini, ia mengajak para kader untuk rutin memantau pertumbuhan balita melalui penimbangan bulanan di Posyandu, yang mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lengan anak. Penimbangan merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi risiko stunting. Ia juga mengimbau agar kader PKK segera merujuk anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda stunting ke tenaga kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan penguatan fungsi kader melalui bimtek, diharapkan Kader PKK dan Posyandu Kelurahan Baros mampu mengedukasi keluarga, mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan perawatan anak yang baik, khususnya untuk ibu hamil, menyusui, dan balita.
Sementara Lurah Baros, Neneng Yuliani, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 192 Keluarga Berisiko Stunting (KRS), yang perlu mendapatkan penanganan intensif. Adapun penanganan yang dilakukan di antaranya adalah pemberian makanan tambahan, serta mensosialiasikan penerapan pola hidup bersih dan sehat. Ia menambahkan bimtek ini diikuti oleh 71 orang kader.
“Mudah – mudahan dengan hasil bimtek ini, Kader PKK dan Posyandu bisa mensosialisasikan kembali kepada masyarakat, bagaimana mencegah dan menekan jumlah KRS,” jelasnya. (***)
Pewarta : Arif Hidayat
Editor : Abar Subarna
