
fokuseditor SUKABUMI – Persiapan menyambut Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 terus dikebut. Gelaran seni tanaman kerdil berskala nasional ini resmi masuk ke dalam agenda utama perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156.
Pembukaan resmi dijadwalkan pada 19 September 2026 di Alun-alun Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah. Lokasi ini sengaja dipilih karena selaras dengan tema besar HJKS tahun ini, yaitu “Ngalongok Dulur Salembur: Ngaboseh sa-Jalur, Ngaraksa Lembur”.
Rakor Intensif Digelar, Bank BJB Jadi Sponsor Utama
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar rapat koordinasi intensif di Aula Kantor Jampangtengah untuk mematangkan kesiapan acara. Rakor dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kab. Sukabumi, Pemerintah Kecamatan Jampangtengah, pengurus RUBI Cabang Sukabumi, serta perwakilan dinas terkait.
Langkah ini semakin solid berkat dukungan penuh dari Bank BJB yang bertindak sebagai sponsor utama kegiatan.
Pendaftaran Peserta Dibuka, Penyerahan Bonsai 14 September
Bagi para pecinta bonsai yang ingin berkompetisi, pendaftaran peserta kini telah dibuka. Panitia mengimbau para pebonsai untuk segera mendaftarkan dan menyerahkan pohon bonsai kesayangannya. Agenda penyerahan fisik tanaman akan dimulai Senin, 14 September 2026 di lokasi utama acara, Alun-alun Bojonglopang.

Pemkab dan Kecamatan Dukung Penuh Dampak Ekonomi
Camat Jampangtengah, Ichsan Muchlis Sani, menyatakan bangga atas terpilihnya wilayahnya sebagai pusat kegiatan nasional.
“Kami berharap manfaat ekonomi dan kreativitas dari festival ini akan banyak diterima langsung oleh masyarakat Jampangtengah, baik dari sektor UMKM, penginapan, hingga pengrajin lokal,” tutur Ichsan.
Senada, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, mengajak seluruh pihak bersinergi.
“Kehadiran para pebonsai dari berbagai daerah tidak hanya mendongkrak sektor pariwisata, tetapi juga memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi perputaran ekonomi dan agrobisnis masyarakat Sukabumi,” ujar H. Ali Iskandar.
Ketua RUBI Cabang Sukabumi, Wahyu Kurniawan, menjelaskan festival bertajuk “Merdeka dalam Berkarya, Ngahiji Wujudkan Sukabumi Mubarakah sebagai Poros Bonsai Indonesia” ini memiliki dua pilar utama: lomba dan pameran.
Ini menjadi ruang kompetisi yang sehat sekaligus wadah memamerkan karya terbaik para pebonsai dari berbagai daerah.
Rundown Resmi Festival Bonsai 2026
Panitia telah menetapkan jadwal teknis kegiatan:
– 14 – 17 September 2026: Penyerahan dan penerimaan pohon bonsai peserta di Alun-alun Bojonglopang. Penerimaan terakhir ditutup 17 September.
– 18 September 2026: Proses penilaian dan penjurian oleh tim juri gabungan nasional dan lokal secara objektif.
– 19 September 2026: Puncak acara berupa pameran umum, pengumuman pemenang, dan penyerahan hadiah.
Bupati dan Presiden RUBI Pusat Hadir di Puncak Acara
Puncak kegiatan pada 19 September dipastikan meriah karena menjadi salah satu titik pemberhentian penting “Ngalongok Dulur Salembur”, agenda touring HJKS.
Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, dijadwalkan hadir langsung untuk prosesi gunting pita didampingi Presiden RUBI Pusat, Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Keduanya juga akan menyerahkan hadiah kepada pemenang dan melakukan tradisi penancapan bendera kemenangan di media tanam bonsai juara utama.
Momentum ini juga diisi peluncuran buku eksklusif “Bonsai: Karya Seni dan Investasi” karya Achmad Zazuli. Buku ini mengulas potensi nilai ekonomi dan estetika tinggi dari budidaya bonsai.
Makna “Ngalongok Dulur Salembur”
Tema HJKS tahun ini memiliki arti mengunjungi kerabat serumpun di pedesaan. Melalui ini, peserta touring dari komunitas, Forkopimda, dan masyarakat tidak hanya jadi pelancong.
Mereka hadir sebagai saudara yang “pulang kampung” untuk membawa kebermanfaatan nyata, meninjau pembangunan daerah, serta memajukan potensi lokal khususnya di sektor pariwisata dan agrobisnis tanaman bonsai. (***)
Dikutip dari BISNISNEWS.NET
Editor : Admin

