
fokuseditor BANDUNG – PLN UP3 Sukabumi gencar melakukan kegiatan berbagai macam bentuk, mulai dari bentk mengedukasi pengguna aliran Listrik tentang bahayanya arus Listrik, sampai dengan Bagi-bagi sembako kepada Masyarakat.
Sebut saja PLN peduli, seiring dangan kegiatannya PLN UP3 Sukabumi, bekerjasama dengan sejumlah Media tertentu, untuk menyebar luaskan kegiatannya. Agar kegiatannya diketahui publik secara luas dan atasannya.
Memang kegiatan PLN UP3 Sukabumi seperti itu sangat bagus, jika kinerjanya sesuai dengan apa yang mereka pernyatakan di media kepada publik. Dan jarang nperusahan dibawah BUMN melakukan hal yang sama. Dan bekerja sama dengan media itu tidak gratis tentu harus mengeluarkan kocek. Dari mana kocek itu? Apa ada anggrannya!
Sejalan dengan kegiatan PLN UP3 Sukabumi gencar menyuarakan kegiatannya, ternyata tidak sesuai dengan apa yang ada dilapangan dan dapat dirasakan langsung oleh pembaca serta puluhan juta pelanggannya. Diluar dugaan, hapir disetiap daerah/perkampungan terdapat kabel yang melintang dijalan raya, yang bisa membahayakan pengguna jalan. Banyak yang tidak diperbaiki.
Selain hal itu, yang sudah nyata salah seorang warga melaporkan keluhannya ke PLN UP3 Sukabumi, bahwa diatap gentengnya terdapat puluhan sambungan kabel kerumah warga lainnnya. Sudah puluhan tahun tidak pernah ada perbaikan. Itu terjadi dan menimpa seorang warga di RT.1 RW 6 Lembursitu Kelurahan/Kecamatan Lemburistu.
Dan laporan warga tersebut, memang sudah ditindak lanjuti oleh dan hari itu juga diadangi dan diperiksa 0leh 2 orang petugas PLN. Menurut mereka mengatakan kepada pelapor perbaikan kabel yang nunmpuk itu harus dipasang satu tiang setinggi 9 meter katanya. Lalu petugas meminta tempat untuk menancapkan tiang besinya harus dima kepada warga. (Pelapor)
Untuk menancapkan tiang besinya sudah diberikan ijin ditanah pelapor, dan langsung dipoto ditunjukan oleh pelapor pada waktu itu juga. Namun pelapor dan warga lainnya kecewa dengan sikap PLN UP3 Sukabumi. Sejak tanggal 3 Juni 2026 dilakukan pemeriksaan sampai dengan bulan Agustus ini ditung tunggu tidak ada balasan apapun.
Dalam keadaan seperti itu, warga pengguna jasa Listrik PLN sangat kecewa” Manis di mulut ternyata busuk dalam sikap dan pelaksnaannya” yang pada ahiranya mereka mepertanyakan masalah pajak UPJ yang dipotong oleh PLN setiap pembelian pulsa token juga setiap pembayaran Listrik biasa.
Mereka menyuarakan, bila mana perlu permasalahan pajak PJU perlu diungkap, kemana larinya uang setia hari setiap masuk ke PLN dan disetor ke BPKAD Pemkot Suakbubumi, apakah hanya unyu membayar pasilitas pejabat megara dan jalan umum katanya. (***)
Pewarta : ADy Fudiady
Editor : Abar Subarna.

