Ayi Subarna Direktur Direktur Operasional dan Teknologi Informasi bank bjb, yang ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama bank bjb, selama 6 bulan kedepan. (Photo bank bjb).

BANDUNG – Menyimak dari beberapa sumber Media Online pertama “ Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Mewajibkan BJB cetak laba bersih tembus Rp.2,2 Trilyun” Dedi juga mengindikasikan hal itu akan jadi tolok ukur utama bagi Plt Direktur Utama BJB Ayi Subarna untuk dikukuhkan sebagai pejabat depinitif.

Ini kata Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat, yangnNota Benne pemegang saham pengendali “Sudah tidak bisa ditawar lagi, angka keuntungan harus mencapai Rp2,2 triliun, jika ingin menjadi dirut,” kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Sabtu.

Target ambisius itu, dipatok Dedi demi mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan laba sebesar itu, ia mengatakan BJB diproyeksikan mampu menyetorkan dividen ke kas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat hingga Rp400 miliar.

Tantangan tersebut dinilai realistis oleh otoritas pengawas perbankan. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat Darwisman mengatakan bahwa untuk mencapai setoran dividen Rp400 miliar, bank pelat merah tersebut harus mencatatkan laba bersih di atas Rp2,2 triliun. Dan seterusnya…………………………………..

Kedua : Tagih Utang BUMN Rp 3,7 Triliun di Bank BJB, Dedi Mulyadi Surati CEO Danantara” ini masih menurut paparan Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih menunggak utang di Bank BJB. Total kewajiban yang belum diselesaikan tersebut mencapai Rp 3,7 triliun, sebuah angka yang dinilai menjadi beban berat bagi bank pembangunan daerah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.

Persoalan ini diungkapkan Dedi Mulyadi saat menghadiri diskusi terkait pembentukan Danantara yang digelar oleh Nagara Institute di Hotel Holiday Inn, Kota Bandung, Kamis (22/1/2026). Dalam forum tersebut, mantan Bupati Purwakarta ini secara gamblang merinci daftar perusahaan pelat merah yang memiliki tunggakan besar.

Daftar BUMN Penunggak Utang

Dalam pemaparannya yang terekam dalam video di kanal YouTube Lembur Pakuan Channel, Dedi Mulyadi membacakan rincian utang tersebut langsung dari ponsel pribadinya. Ia menyebutkan bahwa selama ini perusahaan-perusahaan tersebut hanya membayar bunga dan kerap mengajukan restrukturisasi tanpa ada kejelasan pelunasan pokok utang.

“Jadi beban bagi Jawa Barat itu BUMN yang sudah pinjam duit belum bayar,” ujar Dedi dengan nada tegas.

Berdasarkan data yang dipaparkan, beberapa BUMN dengan tunggakan signifikan di antaranya:
* PT Kimia Farma: Rp 950 miliar
* PT Rajawali Nusindo: Rp 403 miliar
* PT Wijaya Karya (dua kewajiban): Rp 278 miliar dan Rp 511 miliar
* PT PP Semarang-Demak: Rp 239 miliar
* PT Papros: Rp 98 miliar
* PT Perikanan Indonesia: Rp 96 miliar
* PT Waskita Karya: Rp 91 miliar
* PT Barata Indonesia: Lebih dari Rp 89 miliar. Dan sestersinya………………

Ketiga : “Dedi: BJB peluang jadi terbesar di RI garap ekosistem investasi Jabar ” Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) bisa menjadi bank terbesar dan tersehat di Indonesia dengan mengoptimalkan ekosistem investasi di Jawa Barat yang nilainya menembus Rp296,8 triliun.

Dedi menilai, status BJB sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) tidak boleh membatasi ruang geraknya, sehingga dia mendorong untuk dilakukan ekspansi, yang kuncinya terletak pada keberanian bermitra langsung dengan perusahaan-perusahaan industri yang menjadi penopang utama realisasi investasi di Tanah Pasundan.

“Bank BJB harus masuk ke area industri yang hari ini membuat investasi di Jabar tertinggi se-Indonesia, kalau semuanya menjadi mitra maka BJB akan jadi bank terbesar dan sehat,” kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Sabtu.

Dorongan Dedi tersebut, didasarkan pada data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI yang menempatkan Jawa Barat sebagai juara investasi nasional sepanjang 2025.

Realisasi investasi di provinsi ini tercatat mencapai Rp296,8 triliun atau surplus hingga 109,9 persen dari target yang ditetapkan. Komposisi investasi tersebut dinilai seimbang dan potensial bagi sektor perbankan, dengan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp147,02 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp149,8 triliun. Dan seterusnya………….

Sejumlah pernyataan – pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di sejumlah media onlinen tersebut, bisa disebut sangat “ Pedas “ oleh karena itulah bahwa kepada siapapun yang berhutang ke bank bjb. Permintaan Dedi Mulyadi harus segera diselesaikan dengan baik. Dan jangan menjadi beban bagi bank milk Pemerinahan Daerah katnay.

Tantangan bagi manajemen bank bjb tidak terkecuali bekerjalan dengan sungguh-sungguh sesuai SOP dan profesiaonal serta berintergritas. Pasalnya menurut sejumlah pengamat, menyoal adanya kucuran pinjaman modal kerja kesejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sejak dini manajemen bank bjb harus harus dengan cermat dalam menjalan aturan atau SOP serta ke hati-hatian dalam memproses pinjaman kepada Korporasi. Dan jagan main-main seperti Manajmen yang lalu dengan atas kecerobohan merak. Kini menjadi tersangka korupsi, Dana Iklan bank bjb.

Masih untuk manajemn bank bjb, sebuah tantangan bagi Manajemen bank bjb saat ini. Bahwa menurut Dedi Mulyadi, fihak bank bjb pada tahun 2026 ini harus meraup laba besih Rp.2.2 Trilyun.

Menurut Dedi, jika Plt Direktur Utama Ayi Subarna ingin menjadi Dirut depinitif, maka berkejalah dengan baik, taatilah apa yang telah Diujikan  oleh Otoritas Jasa Keuangan RI. (OJK RI). Janganlah bermain api jika tidak ingin terjerumus kedalam kejurang yang hina. (Red)

Editor : Ady Fujiady.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *