
fokuseditor BANDUNG – Setelah wafatnya Direktur Utama bank bjb Yusuf Saaduddin (Alm) dan gugurnya F & P Mardigo Wowik, Helmy Yahya dan Kalisman. Jumlah jabatan yang kosong do bank bjb itu terdapat 4 kursi kosong. Dan kemungkinan besar sejumlah kursi yang kosong tersebut akan ditentukan pada RUPS-LB 1 Desember 2025 mendatang.
Dikutip dari sejumlah sumber media online, Keputusan Pada RUPS LB yang digelar pada tanggal 16 Aprol 2025 telah menyep[akati bahwa Wowiek Prasantyo ditunjuk sebagai Komisaris Utama bank bjb, sementara Helmy Yahya ditunjuk sebagai Komisari Independen bank bjb dan Joko Hartono Kalisman ditunjuk sebagai Direktur Menris bank bjb.
Dikutip dari :
Jakarta, CNBC Indonesia — Wowiek Prasantyo, alias Mardigu buka suara mengenai pembatalan pengangkatan dirinya menjadi Komisaris Utama Independen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR).
Pria yang kerap dijuluki “Bossman Sontoloyo” itu mengaku tidak tahu alasan pembatalan tersebut, dan hanya menanggapi dengan singkat. “Tunggu saran pimpinan,” kata dia saat dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (13/11/2025).
Sebelumnya, para pemegang saham BJB telah mengangkat Mardigu sebagai komisaris utama independen, Helmy Yahya sebagai komisaris independen, dan Joko Hartono Kalisman sebagai direktur kepatuhan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 16 April 2025 lalu. Namun, BPD pentolan itu kemudian mengumumkan akan membatalkan pengangkatan ketiga pengurus baru itu pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar 1 Desember 2025 mendatang. (Dikutip dari CNBC Indonesia 13 November 2025).
Waktu pelaksanaan RUPS LB bank bjb yang akan dilaksanakan pada anggal 1 Desember 2025 mendatang, dalam RUPS LB terebut yang diantaranya, akan membatalakan penujukan Wosiek Prasantyo, Helmy Yahya dan Joko Hartono Kalisman yang ditetapkan pada RUPS LB tanggal 16 April 2025.
Untuk mengisi kekosongan jabatan Komisari Utama, Komisaris Independen dan Direktur Managemen Risiko dan Direktur Utama bank bjb. Diduga fihak pemilik yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemegang sahan pengendali dan sejumlah Pemegang Saham lainnya sudah mengantongi nama-nama orang yang akan ditunjuk. Namun sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Manajemen bank bjb.
Menurut sejumlah Nasabah yang dikutip fokuseditor, mereka mengharapkan kepada Pemilik bank bjb yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang nota benne Gubernur Jawab Rat sebagai pemegang saham pengendali. Didalam menentukan atau penunjukan pejabat di Lembaga bank bjb itu, harus selektif dan profesinalnya dapat dipertanggung jawabkan. Dan kejadian ini jangan terulang Kembali, mereka gagal F&P di OJK. (***)
