
fokusedittor SUKABUMI – Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat mengatakan media sosial (medsos) bisa melengkapi sekaligus memperkuat media siber sebagai corporate branding.
Hal tersebut dikatakan Aat Surya Safaat dalam Diskusi yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok bertajuk “Kompetensi Wartawan: Media Siber Versus Medsos, Siapa yang Lebih Unggul?” di Kantor PWI Kota Depok, Kamis.
Medsos seperti Instagram, Facebook, Youtube dan Tiktok tentunya bisa memperluas jangkauan penyebaran informasi yang sudah ada di media siber.
“Berita yang sudah ada di media siber bisa di muat di medsos tentunya dengan gaya bahasa yang menarik,” ujarnya.
Untuk kata dia kita tidak bisa menghindari keberadaan medos karena merupakan kemajuan teknologi yang tidak bisa dihindari.
“Jadi media siber bisa membersamai media sosial,” ujarnya.
Aat juga mengakui bahwa dalam kecepatan informasi medsos lebih unggul dibandingkan dengan media siber.
Namun, media siber memiliki kelebihan dari sisi akurasi dan verifikasi informasi sehingga bisa lebih dipertanggungjawabkan.
Untuk itu Aat mengatakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi instrumen penting untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi wartawan di Indonesia.
Berbeda dengan sejumlah negara seperti Amerika Serikat yang mensyaratkan pendidikan jurnalistik atau komunikasi bagi calon wartawan, di Indonesia profesi wartawan dapat dijalani oleh lulusan dari berbagai disiplin ilmu.
Untuk itu UKW menjadi sangat penting untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, dan profesionalisme wartawan di bidang jurnalistik.
Ia mengungkapkan bahwa sistem UKW Indonesia bahkan mendapat perhatian positif dari negara lain. Saat menerima kunjungan dari Vietnam dan Uni Emirat Arab, mereka menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari pelaksanaan UKW di Indonesia.
“UKW Indonesia mendapat apresiasi dari luar negeri. Ini menunjukkan bahwa wartawan Indonesia memiliki standar kompetensi yang diakui,” ujarnya.
Sumber : ANTARA>COM
Editor : Admin
