
fokuseditor GARUT – ATR/BPN Pusat Turun Langsung di Garut, Rakor GTRA 2026 Pertegas Skema Baru Redistribusi Tanah fokus berita com Kehadiran pejabat tinggi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dari pusat menjadi penanda kuat bahwa agenda reforma agraria kini memasuki fase yang lebih serius dan terukur.
Dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Garut Tahun 2026, arah kebijakan nasional diturunkan langsung ke daerah, memastikan penataan tanah tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi berujung pada kesejahteraan.
Rakor yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Kamis (16/4/2026), dipimpin oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dan dihadiri langsung Deputi Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN, Perdananto Ari Wibowo, serta Direktur Landreform, Rudi Rubijaya. Kehadiran keduanya mempertegas pengawalan pusat terhadap pelaksanaan reforma agraria di daerah.
Dalam forum tersebut, Perdananto Ari Wibowo membawa pesan strategis pemerintah pusat bahwa reforma agraria tidak lagi sekadar program pembagian sertifikat, melainkan instrumen transformasi ekonomi rakyat. Negara, melalui ATR/BPN, kini mendorong agar setiap jengkal tanah yang dilegalkan mampu menjadi sumber produktivitas dan membuka akses pembiayaan.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam arahannya menegaskan bahwa tanah memiliki dimensi yang jauh lebih luas dibanding sekadar kepemilikan hukum. Ia menyebut, reforma agraria adalah fondasi untuk membangundanmendapatkan kemandirian ekonomi sekaligus mengurangi ketimpangan sosial.
“Tanah adalah ruang hidup masyarakat. Legalitas penting, tetapi lebih penting lagi bagaimana tanah itu memberi nilai tambah dan mendorong kemajuan ekonomi,” ujar Syakur.
Nada yang sama disampaikan Direktur Landreform, Rudi Rubijaya. Ia menilai Kabupaten Garut memiliki kekayaan potensi yang lengkap—dari kawasan pegunungan hingga pesisir—yang jika dikelola dengan pendekatan reforma agraria berbasis pemberdayaan, akan menjadi kekuatan ekonomi berkelanjutan.
Perwarta ; Uus Sumpena
Editor ; Admin
